Tuesday, 2 September 2008

TICKETING RESERVATION SYSTEM

RESERVATION SYSTEM HISTORY

Computer reservations system



A computer reservations system (CRS) is a computerized system used to store and retrieve information and conduct transactions related to air travel. Originally designed and operated by airlines, CRSes were later extended for the use of travel agents; major CRS operations that book and sell tickets for multiple airlines are known as global distribution systems (GDS). Airlines have divested most of their direct holdings to dedicated GDS companies, who make their systems accessible to consumers through Internet gateways. Modern GDSes typically allow users to book hotel rooms and rental cars as well as airline tickets. More...

Friday, 29 August 2008

PEJABAT TAMPAR PRAMUGARI LION

Stres, Pejabat Tampar Pramugari Lion Air

BATAM, TRIBUN - Mungkin ini kasus pertama dalam sejarah penerbangan Indonesia. Seorang pejabat Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi tiba-tiba menampar pramugari pesawat Lion Air, sesaat setelah mendarat di Bandara Hang Nadim Batam, Selasa (26/8).

Aksi itu membuat heboh di Terminal Kedatangan karena terlihat gaduh ketika puluhan orang dari rombongan Departemen Tenaga Kerja Pusat, harus beradu mulut dengan petugas kabin maskapai Lion Air. Pemicunya adalah satu orang dari rombongan telah berlaku kasar terhadap Aski (23), pramugari Lion Air yang mendarat pukul 13.30 WIB dari Jakarta.

Kapolsek Bandara Hang Nadim, AKP Firdaus, membenarkan adanya perbuatan tidak menyenangkan yang diadukan pramugari Lion Air bernama Aski. Korban mengaku pipi bagian kiri ditampar seorang penumpang. Hanya saja, kasus ini tidak secara resmi dilaporkan ke Polsek, karena berselang 15 menit pramugari harus bertugas lagi untuk penerbangan berikutnya.

"Pelaku tidak kita amankan, dan melalui kesepakatan dan jaminan ketua rombongan, pelaku dilepaskan karena insiden ini ditargetkan sebagai pembelajaran saja. Karena tidak ada laporan resmi, kita tidak proses secara hukum. Lain ceritanya, kalau korban secara resmi melaporkan kalau dirinya telah dipukul oleh seorang penumpang. Selain itu, diduga pelaku dari rombongan pejabat Departemen Tenaga Kerja ini agak stres," ujar AKP Firdaus, Selasa (26/8) di Bandara Hang Nadim.

Dijelaskan Firdaus, kronologi kejadian diperkirakan berawal dari rasa kesal pelaku dan rombongan lain, akibat keterlambatan hampir 2 jam dari jadwal sebenarnya. Ujung-ujungnya, selama penerbangan, pelaku bersikap seperti tertekan dimana dirinya diminta supaya di periksa kesehatannya.

Puncaknya, menurut Firdaus, ketika pesawat baru mendarat, lalu pelaku berdiri dan pramugari langsung menegur pelaku untuk duduk. Ketika penumpang satu-persatu turun, tiba-tiba pelaku yang hendak turun melayangkan tangannya ke Aski.

"Sontak, kejadian tersebut membuat gaduh, dan Aski tidak terima. Akhirnya bersama pilot korban langsung mengadukan ke kantor kita. Sejauh ini, baru itu versi yang kita dapat. Sedangkan, pelaku yang dalam keadaan tidak terkontrol jiwanya langsung diamankan oleh rombongan lain, menuju bus penjemputan yang telah menunggu,"tutur Firdaus.

Menurut Firdaus, rombongan berjumlah 40 orang pejabat dari berbagai kota ini datang ke Batam hendak melakukan kunjungan kerja dua hari. Rombongan juga akan kembali ke Jakarta menggunakan pesawat Lion pada Jumat (29/8) mendatang.

"Kalau pengakuan teman-teman pelaku dinyatakan pelaku mengalami tekanan mental dan agak stres. Maka sementara kita lepas dan memegang kata-kata stresnya. Kita akan minta ke ketua rombongan, agar pelaku dibuktikan apakah stres karena dibuat-buat atau stres sebenarnya. Ini penting, karena disaat pelaku pulang nanti, dipastikan tidak boleh naik pesawat lagi. Takut, pada kejadian sama terulang lagi," kata Firdaus.

Sementara itu, Herlan, Station Manager Lion Air Batam mengakui kalau awak kabin ada yang mengadu akibat aksi pemukulan seorang penumpang.

"Sifatnya baru pengaduan, tidak membuat laporan secara resmi. Secara jelas kronologisnya kita belum paham betul, karena korban harus kembali bekerja karena harus terbang lagi ke Jakarta. Kita akan memastikan kondisi fisik korban dulu, dan harus dilakukan visum. Kalau memang berakibat fatal, maka korban akan melanjutkan aduan tadi menjadi pelaporan. Semua memang tergantung korban juga,"ujar Herlan.

Pelayanan Buruk

Dari teman-teman pelaku yang berkumpul di depan Polsek Bandara, satu yang dianggap paling tua, mengungkapkan kejadian ini lebih dari buruknya pelayanan yang diberikan oleh pramugari Lion selama penerbangan berlangsung.

"Mulai dari terlambat 1,5 jam lebih hingga pelayanan di pesawat. Pramugari selama diatas pesawat mondar-mandir terus, sambil menjajalkan aneka barang. Seakan-akan dari pihak penerbangan tidak ada rasa bersalah atas kejadian sebelumnya. Untuk itu, kami minta agar manajemen Lion Air memperhatikan sikap pramugari yang kami anggap tidak layak melayani penumpang selama penerbangan," ujar teman-teman pelaku.

Sekitar pukul 14.10 WIB, rombongan pejabat dari Jakarta ini meninggalkan Bandara Hang Nadim, beserta pelaku dan meninggalkan ketua rombongan di Polsek Bandara. Ketua rombongan harus membuat surat perjanjian yang disepakati dengan pihak Lion Air dan disaksikan oleh Polsek Bandara. (Dedi Suwadha)

FR: abacus-indonesia@yahoogroups.com

CHEAP TICKET HUNT (indonesian version)

Beberapa tips untuk mendapatkan tiket pesawat promo :
1. Rencanakan perjalanan anda pada saat - saat low seasons
2. Pahami karakter penentuan harga tiket masing - masing airlines (ex: Air Asia, Mandala & Garuda Indonesia membuka harga murah jauh - jauh hari )
3. Pelajari hari - hari peak seperti weekend, libur nasional, dll
4. Tanyakan paket - paket promosi yang dikeluarkan oleh airlines (ex: diskon mahasiswa, diskon manula, dll)

AIRLINE TICKET ARTICLE

An airline ticket generally was a document created by an airline or a travel agent to confirm that an individual has purchased a seat on an airplane. This document is then used to obtain a boarding pass at the airport. Then with the boarding pass and the attached ticket, the passenger is allowed to board the aircraft.

Replacement

It is now common for a traveler to pay a surcharge for a paper ticket. Many airlines no longer issue paper tickets. IATA has announced that as of June 1, 2008, airlines will no longer issue any paper tickets. [1]

A paper ticket is generally only good on the airline for which it was purchased. However, an airline can endorse the ticket so that it may be accepted by other airlines, sometimes on standby basis or with a confirmed seat.

Usually the paper ticket is for a specific flight. It is also possible to purchase an 'open' ticket which allows travel on any flight between the destinations listed on the ticket. The cost for doing this is greater than a ticket for a specific flight.

Some tickets are refundable. However the lower cost tickets are usually not refundable and may carry many additional restrictions.

A ticket is made up of one or more flight coupons. These flight coupons are the actual tickets that are used for travel. One flight coupon is used for each leg of the flight.

The carrier is represented by a standardized 2-letter code. In the example above Thai Airways is TG. The departure and destination cities are represented by International Air Transport Association airport codes. In the example above, Munich is MUC and Bangkok is BKK. The International Air Transport Association is the standard setting organization.

Only one person can use a ticket. If multiple people are traveling together, the tickets are linked together by the same record locator or reservation number which are assigned if the tickets were purchased at the same time. If not, most airlines can connect the tickets together in their reservation system. This allows all members in a party to be processed in a group allowing seat assignments to be together (if available at the time of the assignment).


Black market

When paper tickets were still frequently used, a practice existed by travellers to get rid of their tickets (which are person-specific) when they decided to alter the course of their trips. This practice consisted of selling the ticket to other travellers (often at discount prices), after which the seller accompanied the buyer at the time of departure to the airport. Here, the original owner checked in under his name, and provided the airport with the buyer's baggage. After this, the buyer boarded the airplane at the moment of departure. [2] However, since most airlines check identification on boarding, this procedure was rarely functional.

Cheap tickets


Besides simply obtaining airline tickets from travel agencies, online, or at the airport at regular prices, two special types of cheap tickets exist. These include Standby tickets and Discount tickets.

Standby tickets are obtained at the airport itself, only hours before departure. They represent places freed up by people who cancelled their flight shortly before departure (so the airline has free places available, yet can no longer sell it at at regular price because of the shortage of time).

Discount tickets are tickets that are only available at travel agencies; they are usually targeted at students. Discount tickets may be 50-70% cheaper than other similar regular tickets (not low-cost). [3]

adopt from : http://en.wikipedia.org/wiki/Airline_ticket